Wednesday, October 17, 2018

Yoshi Sudarso Perankan Zuko di Adaptasi Kartun Avatar

Aktor kelahiran Surabaya, Indonesia, yang berkiprah di Amerika Serikat, Yoshi Sudarso, ikut serta dalam pembuatan vs live-action dari serial animasi Avatar: The Last Airbender.Berita ini didapati dari sosial media Yoshi Sudarso sendiri, lewat beberapa upload di Instagram Story kepunyaannya. Dalam serangkaian photo serta video itu, Yoshi memaparkan dianya memainkan ciri-ciri Zuko.

Dalam cerita asli Avatar, Zuko adalah ciri-ciri bergelar Pangeran Negeri Api yang termasuk cukuplah kuat. Ciri-ciri ini termasuk kompleks sebab seringkali lakukan tindakan seperti figur antagonis, akan tetapi terakhir menjadi ciri-ciri protagonis.

Baca Juga : Studio XXI Makassar dengan Jadwal Bioskop XXI Makassar

Keunikan Zuko ialah luka bakar di beberapa muka kirinya yang cukuplah ikonis buat fans serial animasi Avatar. Yoshi Sudarso juga dalam unggahannya di Instagram Story tampak kenakan riasan luka bakar disamping muka yang sama. "Day 1 shoot for Zuko versus Azula," catat Yoshi Sudarso bersama dengan video Instagram Story unggahannya pada Rabu (10/10/2018) tempo hari.

Dalam satu upload lainnya, pemeran Blue Ranger Koda di Power Rangers Dino ini mengemukakan perasaan terima kasihnya pada kru penyesuaian Avatar ini. Yoshi juga begitu menghormati usaha keras team stuntman yang sudah membuat tetap aman saat syuting. "So thankful for everyone on set today, specially to my stunt tim, keeping me safe all day, love y'all!" catat bintang penting Buffalo Boys itu dalam satu video singkat, sekalian menyebutkan account punya tiap-tiap anggota kru.

Baca Juga : Jadwal XXI Studio Makassar dengan Panakkukang XXI Premier Makassar

Sayangnya, Yoshi tidak mengatakan dimana tempat syuting serial barunya ini diambil. Seperti dikabarkan awal mulanya, Netflix akan menghasilkan serial penyesuaian Avatar. Akan tetapi, belumlah dapat diyakinkan apa project yang ditangani Yoshi ini terkait dengan serial yang di produksi Netflix itu.

Netflix yang mempunyai hak cipta serta siar atas serial penyesuaian Avatar ini sendiri, belumlah menginformasikan beberapa nama deretan pemain Avatar vs live action. Akan tetapi demikian, account @reanimefilms yang di-mention oleh Yoshi dalam Instagram Story, mengupload photo Yoshi serta Nikki SooHoo menggunakan baju Zuko serta Azula. Mereka ikut menulis tagar #netflix, #avatar, #netflixanime, serta #firenation.

Baca Juga : Jadwal Bioskop XXI Premier Makassar dengan Jadwal XXI Panakkukang Premier Makassar

Comicbook.com pada minggu lantas sudah sempat menunjukkan tampilan Yoshi menjadi Zuko dengan mencuplik kalimat yang ditulis sang aktor di Twitter, "Anyone see my honor?" Menurut situs itu, kalimat itu sudah sempat disampaikan oleh Zuko dalam satu momen terpenting di serial animasi Avatar: The Last Airbender.

Raih Rp 243 miliar, Goosebumps 2 Gagal Rajai Box Office di AS

Goosebumps 2 : Haunted Halloween menghiasi film yang tayang pada Oktober 2018. Goosebumps 2 dipandang seperti salah satunya film yang wajar saksikan waktu perayaan Halloween.

Film ini dimainkan oleh Jack Black yang memainkan ciri-ciri R.L Stine. Diluar itu, Jack Black ikut isi nada boneka antagonis, Slappy the Dummy, diberitakan The Hollywood Reporter, belakangan ini.

Baca Juga : Dieng 21 Malang dengan Jadwal Bioskop Cinema 21 Malang

Sayangnya, Goosebumps 2 tidak berhasil merajai Box Office di Amerika Serikat, ditaklukkan Venom yang sukses ada di tempat paling atas. Goosebumps mesti senang cuma dapat masuk ke deretan Box Office.

Keuntungan Goosebumps 2 juga cukup besar yakni USD 16 juta atau seputar Rp 243 miliar, seperti diberitakan boxofficemojo, Jumat (12/10/2018).

Sutradara Goosbeumps 2, Ari Sandel memberi kengerian sendiri di film ini. Figur boneka mengerikan Slappy The Dummy yang terlihat sadis serta bengis.

Baca Juga : Jadwal XXI Dieng 21 Malang dan Tsm XXI Makassar

Di film ini, pemirsa ikut dibawa lihat design makhluk imajinatif yang mencolok. Semua ciri-ciri monster mendadak hidup. Bahkan juga, gummy bears yang semestinya dapat dikonsumsi serta menggemaskan, menjadi mengerikan.

Goosebumps 2 ambil narasi yang sama sama seperti dalam novel garapan R.L Stine. Sayangnya, film ini juga dipandang sangat standard, tidak memberi bumbu atau narasi dari novel R.L Stine yang lainnya.

Setting waktu dalam film Goosebumps 2 diambil waktu perayaan Halloween berjalan dalam suatu kota kecil Wardenclyffe. Semua masyarakat termasuk juga anak-anak begitu ketertarikan rayakan pesta Halloween.

Baca Juga : Jadwal Bioskop XXI Makassar dengan Jadwal XXI Tsm Makassar

Dua teman dekat, Sonny (Jemery Ray Taylor) serta Sam (Caleel Harris) temukan naskah yang dipunyai R.L Stine. Dikisahkan R. L Stine sempat tinggal di kota itu, membuat novel yang tidak dapat diselesaikan.

Sonny serta Sam temukan naskah itu di peti waktu bermain dalam suatu rumah kosong tua. Dengan tidak menyengaja, mereka menghidupkan Slappy the Dummy.

Dicari! Pemeran Film Koes Plus

Falcon Pictures kembali membuat suatu surprise dengan mendatangkan satu film biopic yang diambil dari legenda musik Indonesia, Koes Plus. Film ini akan mendatangkan narasi pahit serta manisnya kehidupan pribadi semasing personel Koes Plus, seperti Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, yok Koeswoyo, serta Murry.

Untuk penggarapannya sendiri, sampai sekarang ini, film Koes Plus sendiri telah mengakhiri skripnya. Sedang untuk sutradara, Falcon Pictures memercayakan pada sutradara yang sukses mengerjakan film Rekan Tetapi Menikah, Rako Prijanto. Produser Falcon Pictures, Frederica mengungungkapkan, proses penggarapan film Koes Plus telah dalam step mencari pemain.

Baca Juga : Mantos 1 XXI Manado dan Jadwal Bioskop XXI Manado

"Sekarang ini, proses penulis skrip telah tuntas serta kami sekarang ini tengah mencari pemain yang cocok untuk memainkan tokoh personil Koes Plus," tutur Frederica dalam keterangannya pada wartawan, Jumat (12/10/2018). Frederica memberikan, film ini nanti bisa menjadi satu film biopic yang akan tampilkan perjalanan karir band Koes Plus.

"Siapa yang tidak kenal Koes Plus, menjadi band legendaries nomor satu Indonesia di masa tahun 1960 sampai 1980-an. Saya mengharap film ini nanti dapat menghidupkan kembali masa lalu pada Koes Plus,” katanya. Sedang Rako Prijanto, sutradara film Koes Plus mengutarakan, saat ditawari project ini, dia begitu suka.

Baca Juga : Jadwal XXI Mantos 1 Manado dengan Mandala 21 Malang

"Excited serta merinding ya, sebab memang lagu-lagu Koes Plus begitu dekat dengan kita serta dapat kebayang kelak bagaimana adeganannya, dengan semua bentuk emosinya, dilatarbelakangi oleh lagu-lagu Koesplus yang telah akrab dengan telinga penduduk Indonesia," katanya.

Rako mengharap, film ini bisa mendulang sukses. Masalahnya dia lihat film ini nanti bisa menjadi satu film yang mempunyai peluang untuk sukses. "Yang membuat suatu film akan sukses atau bagus ya itu setidaknya ada 3 perihal. Yang pertama ialah dari dialog, gerak serta dari nada. Nah, Koes Plus ini miliki ke-3 hal itu, dari dialog yang saya baca lewat skripnya bagus, dengan gramatur nya pergerakannya bagus juga, serta yang ke-3, akan banyak sekali musiknya di film ini nanti," harapnya.

Baca Juga : Jadwal Bioskop Cinema 21 Malang dengan Jadwal XXI Mandala 21 Malang

Untuk sekarang ini, baik Falcon Pictures ataupun Rako Prijanto tengah kerja keras untuk memperoleh pemain yang pas untuk memainkan tokoh Tonny Koeswoyo, Yok Koeswoyo, Yon Koeswoyo serta Murry. Mereka ikut terima input dari beberapa netizen yang dapat di kerjakan lewat account ig falcon pictures @falconpictures_

Terpilih Jadi Tokoh Utama di Generasi Micin Vs Kevin, Kevin Anggara Bangga

Starvision kembali menghasilkan film komedi, dengan mengusung novel populer Student Guidebook for Dummies 1 & 2 karya Kevin Anggara. Akan tetapi dalam film garapan Fajar Nugros jadi Generasi Micin Versus Kevin. Kebahagiaan dirasa Kevin Anggara, tidak hanya novelnya diangkat ke layar-lebar, dia juga mendapatkan peranan dalam film itu. Tidak tanggung-tanggung, Kevin jadi tokoh penting.

Buat Kevin Anggara, ini ialah salah satunya pengalaman bernilai mengingat dianya tidak pernah mendapatkan peluang jadi pemeran penting dalam film yang sempat diperaninya.

Baca Juga : Mega Mall XXI Manado dan Jadwal Bioskop XXI Manado

"Ini ialah film pertama menjadi tokoh penting. Mudah-mudahan bisa saja ide buat generasi saat ini. Saya awalannya iseng senang menulis, buat video, main film, serta bisa peluang kerja sama dengan kebanyakan orang di sini," katanya, di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

Tidak hanya senang dengan karya bukunya, Kevin Anggara juga begitu senang dengan hasil akhir dari film Generasi Micin versus Kevin ini. "Umumnya tuch dari buku ke film kan beberapa orang lebih senang buku atau ada yang senang film. Jika gue senang dua-duanya sebab buku kan yang gue buat," dia menjelaskan.

Baca Juga : Jadwal XXI Mega Mall Manado dengan Mantos 3 XXI Premier Manado

"Selalu, umumnya kan kita jika lihat film anak-anak sekolah, anak-anak SMA temannya banyak, party-party. Sedang di sini tuch diberi lihat jika temannya tidak banyak. Jadi bagaimana triknya kita membuat keadaan ini jadi terkesan," dia menandaskan.

Buat Kevin, sekolah tempat yang membosan. Bagaimana tidak? Rekan sekelasnya cuma tiga orang, Bonbon, dimas, serta Johanna. Sampai akhir tahun dia masih jadi siswa biasa saja.

Baca Juga : Jadwal Bioskop XXI Premier Manado dengan Jadwal XXI Mantos 3 Premier Manado

Satu hari, Kevin temukan web misterius yang melawannya lakukan beberapa hal jahil di sekolah. Iseng, Kevin menjawab rintangan itu dengan mengelabuo guru di sekolah. Film Generasi Micin versus Kevin akan tayang pada 18 Oktober 2018 di bioskop.

Christine Hakim Puji Akting Dimas Anggara di Film Dancing in the Rain

Christine Hakim bertindak sabagai nenek Dimas Anggara dalam film paling baru mereka, Dancing in the Rain. Dalam film garapan Screenplay, Dimas Anggara bertindak menjadi anak berkebutuhan spesial yang cuma dirawat oleh neneknya, Eyang Uti.

Saat melakukan syuting, Christine Hakim yang telah berpengalaman di industri perfilman Tanah Air mengakui takjub dengan Dimas Anggara dalam memainkan peranannya. Karena ekspresi serta gestur Dimas Anggara menjadi Banyu, pria berkebutuhan spesial sangat oke.

Baca Juga : Cinemaxx Java Supermall Semarang dan Jadwal Bioskop Cinemaxx Semarang

"Saya betul-betul takjub dengannya (Dimas Anggara). Saya lihat gesture serta style bicaranya serta ekspresi kemarahan serta kegembiraanya itu Dimas sukses memainkan ciri-ciri itu," kata Christine Hakim waktu press screening film Dancing in the Rain di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Menurut Christine Hakim, akting Dimas Anggara menjadi anak berkebutuhan khususu begitu alami serta tidak mengada-ada. Lebih jiwa Dimang Anggara yang begitu gampang berteman dengan kebanyakan orang, mempermudah dianya bertindak menjadi Banyu. "Sebab Dimas demikian humble, loveble, santun, jadi sayang saya tidak dibikin buat, jadi mengagumkan," kata Christine mengenai lawan mainnya di film produksi Screenlay Films serta Legacy Pictures itu.

Baca Juga : Jadwal Cinemaxx Java Supermall Semarang dan Lem XXI Premier Mataram

Buat Christine Hakim, tidak banyak film yang menceritakan mengenai anak berkebutuhan spesial di Tanah Air. Oleh karena itu saat pertama kali ditawari untuk bermain dalam Dancing in the Rain, Christine Hakim tidak menolaknya. Diluar itu, peranannya menjadi orang-tua begitu berarti buatnya yang dalam kehidupan kenyataannya tidak mempunyai anak.

"Jujur saja yang membuat saya passionate di film ini motivasi yang kuat ialah mengenai anak-anak yang berkebutuhan spesial yang telah jadi concern saya saat bertahun tahun," tutur Christine Hakim. "Ini miliki arti sendiri buat saya. Sebab kan dalam kehidupan riil saya tidak miliki anak biologis, jangankan cucu begitu ya," sambungnya akhiri.

Baca Juga : Jadwal Bioskop XXI Premier Mataram dengan Jadwal XXI Lem Premier Mataram

Tidak cuma Christien Hakim serta Dimas Anggara yang bermain dalam film Dancing in the Rain. Bunga Zainal dan Deva Mahenra turut sisi dalam narasi drama tiga orang teman dekat yang sama-sama share sampai mereka dewasa. Film garapan sutradara Rudy Aryanto akan ditayangkan mulai 18 Oktober 2018 yang akan datang